Rabu, 25 Agustus 2010

Jendela Matahari

Aku gamang
Dugaan terselip dibalik jendela
Menggumamkan pikiran bahwa kau tahu apa yang kuinginkan darimu

Kepicikan membuatku menyempitkan pikiran
Ketakutan meremas asaku
Bahwa kau akan terlontar ke ujung dunia oleh pegas keadaan

Setiap kali terik matahari membakar ruangan ini
Mataku sontak memisahkan diri dari pasangannya
dan aku mendapatimu hanya sejengkal dari sisiku

Kau tak tahu
Kegembiraan yang mengawali hariku
Dibayangi ketakutan hingga senja

Merahnya ufuk barat
Hanya meneriakkan kutukan
Aku tak akan pernah mengungkapkannya

Selamanya... hingga dunia menutup mata...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar