Aku terus melaju dengan pikiranku
Menggelapkan keadaan di sisi kiri dan kanan
Tapi tak juga memberi cahaya pada ruang di hadapkanku
Satu-satunya cahaya yang tersisa hanya yang menyala terang di dalam pikiranku
Pikiran tentangmu
Tanpa mata, kakiku melangkah
Terhenti sesaat oleh pandangan sekilas
Daun pintu belumlah mempersilakan tamunya masuk
Dan aku mendapatimu di sudut taman
Tersenyum, menertawakan kealpaanku pada 4 arah mata angin
Masih terselip di labirin ingatanku
walau Sang Kala telah melemparkanmu jauh dari masa kini
Suara itu tetap bertanya
dan aku berharap, engkau masih berdiri di tebing selatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar